Selasa, 30 Desember 2014

2015 Wish List

2015 tinggal menunggu hitungan jam. 2014 akan segera berlalu, kalender pun tinggal menyisakan satu lembar. Berbagai macam rencana perayaan pergantian tahun baru pun telah tersusun. Dan seperti tahun-tahun sebelumnya aku menyusun rencana untuk tahun depan. Tahun ini merupakan tahun yang ku jadikan salah satu milestone, mari aku ulas sedikit. Yang paling hingar bingar ialah Sidang Skripsi di bulan Januari, Wisuda bulan Maret. Seminggu kemudian kerja di salah satu bagian pemerintahan kota terbesar kedua di negeri ini. Di luar ekspektasi memang, namun semuanya terjadi begitu cepat dan bisa dibilang tepat. Syukur sudah pasti ku panjatkan dan wajib hukumnya. Hal yang paling menggembirakan yang lain ialah bak mendapat durian runtuh kemudian bisa terbang cuss ke Korea. Tanpa mimpi dan di waktu yang cepat pun tepat. Jadi bila dirangkum kaleidoskop tahun 2014 ini begitu penuh dengan kejutan. Pun demikian sebagai manusia yang lemah maafkan aku masih harus mengeluh. Yang paling membuatku penasaran ialah Kapan aku bisa berkarir di Jakarta? Silly banget yak, hahahahaha. Ya itu PR terbesarku.

Baiklah berikut wish list ku di tahun depan:

Skala prioritas:

- Pasang Behel

Jadi bukan rahasia lagi kalo aku punya tooth gap. Udah lama pengen banget masang, tapi ya karena masang kawat gigi gak semurah masang kawat anthena ya harus nabung dulu. Kemudian alasan lain ialah takut dan lebih ke malu sih kalo ke dokter gigi. Gigi ku ini bukan tumpuk-tumpuk tapi malah jarak antar spasi nya yang kelebihan. Mungkin make double space bukan 1,5 line. Semoga saja sebelum puasaan sudah bisa pasang. Karena bisa membayangkan betapa sakitnya pake kawat, dan kenapa sebelum puasa karena biar jadwal makan gak terganggu. Pengalaman cerita dari teman dan ini nyata bahwa setiap yang pasang behel satu sampe dua bulan kemudian bobot badannya turun drastis. Gegara behel!

- Liburan ke Malaysia or Singapore

Ini sih aslinya juga butuh tabungan yang lebih ya, tapi sudah ku tanamkan dalam-dalam setidaknya setaun sekali boleh lah mencoba suasana baru. Negara baru, mumpung passport belum hangus juga. Keliling ASEAN dulu lah minimal. Kan mau ada AEC (ASEAN Economic Community). Jadi ya sapa tau dapet rejeki lebih. *crossfinger

Investasi Jangka Panjang:

- Lebih Rajin Sholat, 3 S (Sabar, senyum dan semangat), Bisa Ngasih Lebih ke Orangtua.

Sudah sadar umur semakin bertambah, kalo yang diatas urusan duniawi marilah kita pikirkan urusan pasca dunia. Sholat tiang agama. Ya memang aku sendiri bukan sosok alim yang sampe item jidatnya. Tapi setidaknya memperbaiki sikap dan mendekatkan diri pada sang pencipta juga wajib toh. Biar semakin tau apa makna dan guna manusia diciptakan di dunia.

Skala nothing to lose:

-Punya Pacar

Nah kalo yang bagian ini iseng-iseng aja. Karena kapan hari si Ayah menanyakan siapa pacar anaknya ini. well, padahal aku bukan tipe anak yang punya pacar cuma diajak menye-menye. Tapi kan udah saatnya mempersiapkan ke jenjang yang lebih serius. Jadi ya harus dipersiapkan juga lah sedini mungkin. Dalam artian seleksi pendamping hidup yang memang sehati bukan hanya menuruti birahi.

-Dapet Kerja Penempatan di Luar Surabaya

Ini sih udah classic. Udah dri resolusi taun kemaren tapi belum kesampaian. Tapi tentu dalam hati ini sangat pengen punya pengalaman baru, teman baru, dan juga wilayah baru yang ingin di ekspansi.

Thats all. Wish nothing but the best, 2015 please make more surprise for me.

Kamis, 18 Desember 2014

Kapal Yang Berlabuh

Halo blog. Rasanya lumayan lama gak nulis-nulis disini. Padahal banyak sekali kejadian yang sudah ku alami. Seperti hari ini. Aku memberanikan diri untuk mengundurkan diri dari kantor yang dulu. Setelah melewati pergolakan batin yang berhari-hari. Semoga keputusan ku tidak gegabah. Pun kalau terjadi sesuatu aku sudah siap menanggung semuanya. Insyaallah. Bismillah, terhitung sejak Januari tahun depan aku ada di kantor baru, jenis pekerjaan baru, dan bertemu dengan rekan kerja baru. harus memulai semua dari nol. Harus kembali menjadi gelas kosong untuk ilmu dan pengalaman yang akan ku songsong. Aku membanting arah tujuan karir ke bidang swasta. Mungkin aku sudah lelah dengan jelimetnya birokrasi pemerintah. Yang paling mungkin aku sudah cukup menahan kesendirian mengelola sebuah rumah yang punya tujuan mulia dalam hal pembelajaran bahasa.

Dengan penuh derai air mata aku mengucapkan perpisahan pada para ibu-ibu dan bapak-bapak di bagian kerjasama. Aku sudah tau bahwa ini berat, aku yakin aku akan terisak mengenang semua kenangan dan kebaikan mereka. tapi keputusan sudah terambil. Aku menyerah oleh rasa lelah. Aku angkat tangan pada keadaan. Aku merasa pekerjaan yang sebelumnya memberiku dua rumah. Rumah yang satu yang dibangun dan dihiasi oleh keindahan kebersamaan dan canda tawa. Rumah kedua ialah sebuah rumah baru yang harus dibangun untuk kepentingan masyarakat banyak, msih sangat terbatas sumber dayanya dan saya sebagai arsitek harus merangkap dua tiga jobdesk untuk dapat menegakkan puing-puing rumah ini. Saya mengaku belum bisa membangun rumah kedua ini seperti yang diinginkan, dengan segala keterbatasan saya membutuhkan banyak bala bantuan. Tapi saya rasa sembilan bulan ini dengan segala cara saya sudah berusaha dengan semaksimal mungkin untuk membawa rumah ini bisa menjadi salah satu prestasi saya. Tapi saya menyerah dan baik batin maupun raga saya sudah merasa cukup untuk ini semua.

Tempat yang akan aku tuju berikutnya merupakan sebuah tempat baru. Bergerak dibidang jasa pelayaran. Benar, pelayaran dan kapal. Mungkin dua hal tersebut yang membuat saya tertarik terjun di dunia baru. Apalagi lingkupnya sudah export import. Ada apa dengan kapal? bukan Ada apa dengan Cinta? atau memang "cinta" saya terkait dengan "kapal". Terlalu silly untuk  menghubungkan semua itu. tapi kalaupun sekian persennya benar, berarti saya telah ingkar pada moto di LINE saya sendiri tentang "Chase dream, not People". Aku justru menyerah pada "Cinta" dan mengabaikan "cita-cita". Kalau boleh mengutip lagu Sherina Telah kuabaikan mimpi-mimpi dan ambisiku (Simfoni Hitam). 

Sudah banyak saya mendengarkan pertanyaan kenapa mau pindah. Banyak yang menyesalkan pula keputusan saya. namun selagi saya masih muda, saya ingin menimba ilmu sebanyak-banyaknya. Saya ingin banyak belajar lagi dan terus belajar. Bersifat untuk lebih dewasa dan bijak dalam mengambil keputusan. Dan yang paling penting ialah apa yang sebenarnya ingin kejar di dunia ini. Karena dunia begitu luas, saya sudah keluar dari zona nyaman saya. Semoga bermanfaat dan doakan saya agar selalu sehat dan giat. Aku mengharapkan mendapatkan banyak pengalaman terutama dalam hal lingkungan dan etos kerja. Aku sudah sangat penasaran untuk membandingkan perbedaan di swasta yang terkenal profesional dengan di birokrasi yang terikat oleh hirarki.

Jumat, 21 November 2014

Loe Gue END

The day is finally come, the day to show what I feel. The day to decide where will we go. The day that finally I think enough is enough. November 19 2014, the remarkable day for me to end of all the story. To close the memoir with good memory. No look back, just go ahead. Thank you for the last eight years. Good luck for you!

Senin, 17 November 2014

Car Freak Day

Hello it's been a while ya. This article is only what I thought about "car free day" lately. Sorry to say about the provocative title, but just ignore it and close this blog if you feel bothered with it.

OK, actually I'm kinda person that usually comes to car free day every week. I usually going for bycicling with friends. Or maybe running with Indorunners Surabaya. But It's already three months I think I'm not joining this weekly events. I'm not very interesting with this kinda of events anymore. It more crowded, a lot of people coming and much of them are seller! I can say you would find a lot of various thing that sold over there. Fro beverages to t-shirt, from house furniture to pet's food. And omg that so uncomfortable for me. The main purpose of this idea actually to reduce the air pollution from hight concentration of motorcycle that used in our traffic. But lately, the person see more opportunity for their own business. It's kinda creative idea and valued their level of enterpreneurship skill. But I think they should considered about how big area it is and it should be more open space.

I do remember the accident from one of the biggest Ice Cream company in this country who want to share the Ice Cream FREE. But like it showed on the TV screen, the ignorance of the people made the plants and flower around Taman Bungkul was damage. They step on it! That make Mayor Tri Rismaharini very angry because Bungkul Park is one of the famous and best park in the city. And also claimed as one of the best in Asia. Actually I already predict that this car free day is more crowded than before because everyone want to have quality time in the weekend. To have more positive activity and also ignite the idea of healthy lifestyle. But I also wondering that some people only come the car free day because they are follower. They only joining with their community and want to get along with others. Because the events like fun running or color run also held for several times. This kind of running is not so serious with the competition, it's only provide the runners fun and jog.

With this condition the government have to open more the public area for car free day it self. They can use more street to used as the car free day area. Or maybe they have to strengthen the policy for seller to not sell in car free day area.  In this level I more realize that the boom of Indonesia population. More people growing in term of age, but the way they thinking in term of maturity I should say NO.

Senin, 03 November 2014

Speak Up!

Kemarin sempat ketemu dengan teman yang bisa meramal dengan Oracle. Baru tau pertama kali juga, setelah ada ramalan2 kartu biasa, palmistry, tarot, dan yang ini memang baru. Tapi intinya hampir sama sih menurutku, pilih beberapa kartu, pengen tau apa yang terjadi soal cinta, karir, atau kuliah. Cuman memang katanya kalo Oracle ini lebih main bahasa-bahasa yang diplomatis dan solutif (Katanya yang ngeramal). Beda dengan ramalan tarot karena lebih menggambarkan masa depan. Disini oracle lebih maen ke What's next? What should and what should not? Tapi dalam tulisan ini bukan bahas soal itu sih. Tapi lebih ke kata-kata pembaca oracle tentang apa yang pengen ku ketahuin. Lagi, ya tentang orang itulah. Yang sewindu selalu ada di pikiranku. Intinya pada waktu kemaren aku pengen tau kedepannya hubungan ini mau dibawa kemana? Secara kan emang tiga bulan ini sedang dingin dan emang aku yang tidak berusaha menghubungi dia atau menghindar.

Then, si pembaca oracle ini menyampaikan isi kartu yang ku pilih (lupa ada delapan). Yang bikin menohok pertama katanya si dia ini ternyata juga "care" sama aku. Kedua dari kita sama-sama nyaman dengan hubungan ini dan memang sama-sama sayang (sumpah ini kata doi yang membaca). Tapi emang hubungan ini jadi beban buat aku, padahal disatu sisi juga aku jadi tenang dekat doi. Terus ternyata masalahnya simple, karena selama ini aku yang cuman ngasih kode. Gak pengen bilang ke doinya. Jadi menurut si pembaca oracle ini aku harus ngomong ke dia. Tentang apa-apanya, terlebih masalah hati nih. Dalam hal komunikasi sesuatu yang kadang udah disampein aja sering mispersepsi, apalagi yang cuman dipendem doang. Nah, mirip plek sama yang dinasehatin sama angger kapan hari juga. Eeeeits, tapi kan tapi kan. kalo dari akunya udah nganggep dia udah tau dengan segala perhatian dan sikap aku ke dia selama ini. Terus aku juga gak ngarep lebih, karena masa depan kita masing-masing masih panjang. Toh juga aku gak suka hubungan yang menye-menye. Kalaupun mau langsung mengikat pun masih terlalu dini. Tapi kalau mau ngelepas juga yaudah. Ini yang memang lagi ku pertimbangin.

Rada stres kalau udah bahas soal dia. Yang salah ntar pasti akunya. Yawes, akhirnya semalem aku coba ngomong ke anaknya, eh malah dia katanya sibuk ngerjain laporan TA. Yawes aku gak tega, kapan-kapan aja deh. Nah kan, sampai sekarang akhirnya belom bisa ngomong. Pun kalo aku ngomong aku juga gak bisa jamin apa-apa buat ke depannya. Tapi at least aku bisa lega katanya. Biar gak jadi beban. Syukur kalau perasaan ini terbalas, ya pasti sakit juga kalau sebelah tangan. Tapi apapun hasilnya aku udah siap. Dan malah aku gak berharap apa-apa. Yang ada ya cuman pengen ngelepasin satu persatu beban biar lebih ringan menghadapi apapun yang di depan. OK? Expect less and prepare for the worst.

Kamis, 23 Oktober 2014

Selamat Ulang Tahun pada 22 Oktober

Sengaja telat posting emang.
Karena kemarin tanggal m22 Oktober anaknya ulang tahun, tepat usia 22 pula. Sudah mengucapkan selamat ulang tahun lewat sms dengan seminimalis mungkin. Pun juga telah dibalas dengan caranya sendiri. And then, gimana yaaaaa? Ya harusnya gak gimana-gimana, dibawa biasa aja. Tapi ada yang mengganjal, sekiranya aku sudah siap dengan oleh-oleh dari Korea untuk dia. Namun masih menimbang-nimbang mengirimnya seperti apa. Dan apakah perlu juga bertemu anaknya. Kalo kata teman untuk menjaga silaturahmi sih gakpapa, tapi akunya punya ego sendiri yang berusaha aku jaga. Jaga jarak saja, jangan berlebihan dan kepikiran.

"Something are better left unsaid"

Senin, 20 Oktober 2014

Cerita dari Busan (1): Kejutan Atasan

Siang itu akan menjadi salah satu siang yang akan selalu ku ingat dalam perjalanan hidup. Selasa sekitar jam 14.00 WIB ketika sedang santai setelah makan dan begejokan, salah seorang pimpinan masuk ke ruangan
Boss: "Angga punya passport ijo?"
Aku :  "Punya Pak"
Boss: "Masih idup?"
Aku : " Masih lah pak, baru tahun kemaren buatnya."
Boss: "Siap berangkat Korea?"
Aku : "Hah? Siap aja sih Pak"
Boss: "Oke...."
Seketika itu ruangan mendadak hening, aku plonga-plongo dan semuanya juga menunggu kejadian selanjutnya. Sentak aku tersadar kalau Pak Bos sudah pergi kembali ke ruangannya, aku kejar menanyakan kejelasan. Dia malah bilang "Yaudah, tanyakan aplikasi visanya saja"

Eeeeeeeeeeenggggggg.........
Perasaanku seketika campur aduk. Aku kembali ke ruangan untuk menanyakan syarat-syarat pengajuan visa Korea. Cukup mudah karena hanya membutuhkan fotocopy KK, KTP, Pasport, dan cetak Foto. Semuanya aku masih punya berkasnya di kosan. Seketika itu masih antara percaya gak percaya. Terus langsung cuss kosan ambil berkas dan cetak foto di Jonas. Balik lagi ke kantor dengan suasana hectic. Hari itu hari selasa, ngurus visa baru besoknya. Padahal kamis berangkat. Seketika itu selasa malam jadi harap-harap cemas, cuman nelpon Ayah untuk mengabarkan. Tapi dalam hati masih agak bimbang jadi berangkat atau gak. Rabu pagi dikantor semuanya masih abu-abu, tiket belum ada yang tercetak izin visa juga tak ada kabar. Rabu siang sambil makan siang di briefing ini itu untuk persiapan ke Korea. Padahal masih ngawang banget kalo misal jadi atau tidak berangkat. Rabu sore delegasi yang akan berangkat dikumpulkan. Oh tadi belom cerita, delegasi ini ialah empat orang krusil anak-anak SMP yang akan tampil menari di Acara Global Gathering 2014 di Busan tanggal 17 Oktober.

Jam 3 belum ada kabar tentang visa. Semuanya jadi lemas karena penari ini hanya didampingi seorang pelatih paruh baya yang baru pertama ke mancanegara. Kalau aku sih berangkat iya pasti, tapi jadwalnya menyusul nanti. Tugasku kurang lebih mendampingi mereka selama disana, dengan membantu urusan di bandara, hotel, tur pariwisata dan mengasuh mereka pun tidak lupa urusan administrasi kantor layaknya SPPD dan dokumentasi selama disana. Sore jam 4 baru diberi tau kalau visa sudah keluar, semua bersorak ALHAMDULILLAH. Bukan hanya aku yang bahagia, Bapak dan Ibuk anak-anak yang akan berangkat pun tersenyum lega. Akhirnya ada pendamping yang setidaknya bisa dipercaya. Tiket sudah dipesan, visa sudah keluar, dan aku pun akan Korea untuk pertama kalinya.

(Bersambung)