Acara MosaiKOREA diselenggarakan pada hari Rabu tanggal 2 April 2014 di Balai Budaya kompleks Balai Pemuda Surabaya. Lumayan bisa menghadiri acara yang bertajuk konser yang memadukan musik teradisional dan musik jazz dari para musisi handal Korea, pun dengan kolaborasi beberapa musisi dari Indonesia. Acara lumayan meriah dan tribun penonton pun bisa dikatakan penuh. Mungkin sebagian besar para hadirin khususnya K-Popers ingin mendengarkan musik-musik yang lebih terkesan "muda". Namun yang disajikan justru penampilan musik tradisional dari Korea. Namun yang cerdas adalah mereka memadukannya dengan musik Jazz sehingga lebih easy listening.
Well, rada miris juga aslinya pas kepikiran kenapa musik keroncong ataupun musik tradisional Indonesia lainnya tidak seberapa dihargai disini. Justru anak muda lebih cenderung menyukai musik tradisional dari negara lain. Katakanlah Korea, namun pembahasan ini terlalu klise memang. Dan saya rasa butuh kerja kerasa dari semuanya. Mungkin dengan adanya penampilan budaya dari luar negeri juga mampu memupuk rasa nasionalisme yang ada di diri mereka sendiri. Bukan berarti mereka berusaha melupkan atau meninggalkan budaya asli mereka. Mungkin pemuda Indonesia sedang pada tahap belajar dari budaya lain untuk mengembangkan budaya yang ada di negeri sendiri.
Jumat, 04 April 2014
Rabu, 02 April 2014
Semoga Bukan April Mop
Terhitung sejak 1 April 2014 saya bergabung dengan Pemerintah Kota Surabaya sebagai outsourcing bagian kerjasama. Mungkin lebih spesifik dalam bagian kerjasama Luar Negeri dan untuk tugas utama saya difokuskan pada manejemen di Rumah Bahasa yang baru saja dibuka. Lumayan baru, meskipun kurang lebih pekerjaan yang lain saya sudah pernah mengalami di kantor lama saya. Saya cukup bangga dengan pekerjaan baru saya ini. Saya memang tidak berharap banyak (karena sejak awal tahun ini saya kehilangan passion saya). Saya rela tidak ikut ujian awal Paragon Cosmetik dan BTN. Saya juga rela melewati wawancara BII dan BNI. Apakah ini gegara pekerjaan ini? Mungkin.
Bila ditilik lagi, yang membuat saya bangga ialah karena saya hanya butuh waktu seminggu untuk mendapat pekerjaan. Ini diluar ekspektasi saya, tapi kembali lagi sejak awal tahun ini saya tidak memiliki ekspektasi apa-apa. Mungkin juga tekanan di tempat kerja lama membuat keinginan saya untuk hengkang lebih terasa. Bukan berarti saya tidak suka di tempat yang lama, namun kondisi di desk saya sungguh tidak sehat dengan adminnya yang tidak bisa diajak bekerjasama dengan akal yang rasional. (cukup! itu masa lalu)
Di tempat baru saya bertemu dengan orang baru. Beruntung ada sosok satu teman kenalan yang mampu membimbing saya masuk area dan ranah kerja disini. Seperti tenaga-tenaga PNS lainnya kalau boleh saya bilang mereka disini ya begitulah. Tidak punya hasrat dan ambisi yang terlalu besar. Mungkin selain cita-cita yang mereka punyai sendiri, yang saya tangkap dari mereka ialah mereka bekerja untuk negeri yang mereka anggap mengabdi. Sisi pengabdian dan kepolosan melihat kedepan inilah yang ingin saya pelajari dan dapatkan secara lebih.
Entah kenapa memang saya lebih passionless. Bukan berarti saya lelah dan menyerah untuk melangkah. Namun melihat realita kehidupan yang nyata saja saya sudah jengah. Saya hanya ingin melalui hidup ini dengan damai. Lupakan terlebih dahulu akan ambisi. Saya memang masih dalam proses mencari. Mencari apa yang memang menjadi kunci dari saya pribadi. Saya hanya ingin mengabdi dan balas budi. Mengabdi untuk negeri yang tengah goyah oleh para yang berambisi dan korupsi. Berbalas budi pada ayah dan ibuk yang kasih sayangnya tak berujung hingga nafas berhenti.
Bila ditilik lagi, yang membuat saya bangga ialah karena saya hanya butuh waktu seminggu untuk mendapat pekerjaan. Ini diluar ekspektasi saya, tapi kembali lagi sejak awal tahun ini saya tidak memiliki ekspektasi apa-apa. Mungkin juga tekanan di tempat kerja lama membuat keinginan saya untuk hengkang lebih terasa. Bukan berarti saya tidak suka di tempat yang lama, namun kondisi di desk saya sungguh tidak sehat dengan adminnya yang tidak bisa diajak bekerjasama dengan akal yang rasional. (cukup! itu masa lalu)
Di tempat baru saya bertemu dengan orang baru. Beruntung ada sosok satu teman kenalan yang mampu membimbing saya masuk area dan ranah kerja disini. Seperti tenaga-tenaga PNS lainnya kalau boleh saya bilang mereka disini ya begitulah. Tidak punya hasrat dan ambisi yang terlalu besar. Mungkin selain cita-cita yang mereka punyai sendiri, yang saya tangkap dari mereka ialah mereka bekerja untuk negeri yang mereka anggap mengabdi. Sisi pengabdian dan kepolosan melihat kedepan inilah yang ingin saya pelajari dan dapatkan secara lebih.
Entah kenapa memang saya lebih passionless. Bukan berarti saya lelah dan menyerah untuk melangkah. Namun melihat realita kehidupan yang nyata saja saya sudah jengah. Saya hanya ingin melalui hidup ini dengan damai. Lupakan terlebih dahulu akan ambisi. Saya memang masih dalam proses mencari. Mencari apa yang memang menjadi kunci dari saya pribadi. Saya hanya ingin mengabdi dan balas budi. Mengabdi untuk negeri yang tengah goyah oleh para yang berambisi dan korupsi. Berbalas budi pada ayah dan ibuk yang kasih sayangnya tak berujung hingga nafas berhenti.
Rabu, 12 Februari 2014
Gagal Paham
Akhirnya rilis juga tulisan ini, setelah sempat mempertimbangkan segala sesuatunya. Tapi semoga dapat membantu meluapkan perasaan ini. Sorry to say. (Atau bahkan gak usah say sorry, secara rasional tetep akan ada pihak yang dirugikan)
Gagal Paham, pada diri sendiri yang entah melakukan apa untuk siapa dan kenapa ini semua dipertahankan
gagal paham, pada setiap nilai output yang ada dengan segala kerja keras yang hanya tiga hari saja
gagal paham, pada dia dan mereka yang dianggap biasa saja tapi nilai yang mereka terima lebih dari yang dinyana
gagal paham, pada beliau-beliau yang didambakan tapi ternyata diatas sana malah bersikut-sikut ria
gagal paham, dengan sanjungan buta arah pada diri yang jelas-jelas nilai itu dua terbawah dari rekan seangkatannya
Gagal paham, pada dia yang dengan pesona alim-nya namun justru mem-pehape orang seenak jidatnya
gagal paham, pada dia yang gegara banjir batal ke surabaya
dan tak membalas setiap tanya kabar yang tertuju padanya
gagal paham, pada dia sosok yang supel dan humble namun karena kejadian ini hanya tersisa perasaan mangkel
gagal paham, pada dia yang upload-an fotonya selalu ada di baris pertama namun untuk menanyakan kabarnya serasa sia-sia
gagal paham, pada dia yang tak jadi datang saat itu atau bahkan kapanpun juga yang tak mungkin untuk diharapkan
Gagal paham, pada dia dan dia yang yang selalu menjadi bahan curhatan para pabrikan
gagal paham, pada dia yang dengan santainya sambil makan siang menyuruh kami menghitung jumlah barang yang ratusan
gagal paham, pada dia dan dia yang bersuka cita bermain uno stacko sedangkan disini merana dengan segala tabel MoA MoU
gagal paham, pada dia dan dia yang selalu membawa kresek besar saat hajatan besar bulanan datang
gagal paham, pada dia dan dia yang selalu bersuka cita dengan running man atau apapun bentuk dari video korea
See? pada akhirnya setiap orang akan merasakan kegagalan. Namun yang digarisbawahi ialah bagaimana mengambil hikmah dan pelajaran dari setiap kegagalan atau bahkan setiap peristiwa yanga ada di bumi ini.
Mungkin aku jadi belajar, bahwa tak seharusnya skripsi itu diabaikan. Harusnya lebih rajin bimbingan, lebih serius dalam pengerjaan, dan lebih sepenuh hati untuk mempersembahkan karya yang menjadi penutup manis di ujung masa studi.
Mungkin aku jadi belajar, bahwa tak terlalu berharap lebih pada seseorang yang memang selalu bisa berlaku baik pada semua orang. Tak ber-ekspektasi lebih pada orang yang memang standartnya jauh diatas rata-rata.
Mungkin aku belajar pula, bahwa perlu dada seluas samudera untuk menghadapi orang-orang yang batas rasionalnya tidak bisa dicerna. Belajar bahwa dalam setiap pekerjaan akan ada titik api dimana siap membakar setiap emosi yang ada. Belajar bahwa mungkin di bawah sini lebih berarti daripada diatas sana namun atas pencitraan dan cari muka saja.
Gagal Paham, pada diri sendiri yang entah melakukan apa untuk siapa dan kenapa ini semua dipertahankan
gagal paham, pada setiap nilai output yang ada dengan segala kerja keras yang hanya tiga hari saja
gagal paham, pada dia dan mereka yang dianggap biasa saja tapi nilai yang mereka terima lebih dari yang dinyana
gagal paham, pada beliau-beliau yang didambakan tapi ternyata diatas sana malah bersikut-sikut ria
gagal paham, dengan sanjungan buta arah pada diri yang jelas-jelas nilai itu dua terbawah dari rekan seangkatannya
Gagal paham, pada dia yang dengan pesona alim-nya namun justru mem-pehape orang seenak jidatnya
gagal paham, pada dia yang gegara banjir batal ke surabaya
dan tak membalas setiap tanya kabar yang tertuju padanya
gagal paham, pada dia sosok yang supel dan humble namun karena kejadian ini hanya tersisa perasaan mangkel
gagal paham, pada dia yang upload-an fotonya selalu ada di baris pertama namun untuk menanyakan kabarnya serasa sia-sia
gagal paham, pada dia yang tak jadi datang saat itu atau bahkan kapanpun juga yang tak mungkin untuk diharapkan
Gagal paham, pada dia dan dia yang yang selalu menjadi bahan curhatan para pabrikan
gagal paham, pada dia yang dengan santainya sambil makan siang menyuruh kami menghitung jumlah barang yang ratusan
gagal paham, pada dia dan dia yang bersuka cita bermain uno stacko sedangkan disini merana dengan segala tabel MoA MoU
gagal paham, pada dia dan dia yang selalu membawa kresek besar saat hajatan besar bulanan datang
gagal paham, pada dia dan dia yang selalu bersuka cita dengan running man atau apapun bentuk dari video korea
See? pada akhirnya setiap orang akan merasakan kegagalan. Namun yang digarisbawahi ialah bagaimana mengambil hikmah dan pelajaran dari setiap kegagalan atau bahkan setiap peristiwa yanga ada di bumi ini.
Mungkin aku jadi belajar, bahwa tak seharusnya skripsi itu diabaikan. Harusnya lebih rajin bimbingan, lebih serius dalam pengerjaan, dan lebih sepenuh hati untuk mempersembahkan karya yang menjadi penutup manis di ujung masa studi.
Mungkin aku jadi belajar, bahwa tak terlalu berharap lebih pada seseorang yang memang selalu bisa berlaku baik pada semua orang. Tak ber-ekspektasi lebih pada orang yang memang standartnya jauh diatas rata-rata.
Mungkin aku belajar pula, bahwa perlu dada seluas samudera untuk menghadapi orang-orang yang batas rasionalnya tidak bisa dicerna. Belajar bahwa dalam setiap pekerjaan akan ada titik api dimana siap membakar setiap emosi yang ada. Belajar bahwa mungkin di bawah sini lebih berarti daripada diatas sana namun atas pencitraan dan cari muka saja.
Senin, 20 Januari 2014
Chase Dreams not People
Alhamdulillah sidang sudah. Meskipun hasilnya ya begitulah. Tapi tetap lapang dada dengan kenyataan bahwa para dosen penguji tahu kapabilitas saya. Sungguh melegakan melihat ekspresi kekesalan mereka karena tidak kepuasan terhadap kurang keseriusan saya dalam pengerjaan dan penyelesaiannya. Tapi apa mau dikata, terlalu dituntut oleh waktu. Tak mampu mengejar ego semu. Eniwei, kali ini bahasan tentang skripsi mari disudahi, ada hal-hal lain yang lebih penting untuk dikejar dan dikerjakan dengan ketekunan dan ketulusan hati. Sesuai judul diatas, saya hanya ingin kembali fokus pada cita-cita.
Mari lupakan sejenak tentang cinta. Apabila pernah membaca postingan saya sebelumnya, 2014 merupakan tahun ke delapan saya mengejar dia. Dia yang menjadi orang tersering yang menerima kabar dari saya meskipun tak bertanya. Dia yang selalu ada dalam sewindu terakhir, dengan segala keambiguan dan ketidak pastian yang kami alami. Hanya ingin tetap berada pada jalan saya untuk bisa meraih cita tanpa harus risau telah meninggalkannya. Karena bagaimanapun mimpi kami berbeda. Dan dia pasti punya seribu cara untuk mencapai impiannya. Dengan alasan apapun, tak pernah terbersit untuk memustuskan hubungan silaturahmi dengan dia. Tapi dengan jalinan yang ada justru menumbuhkan banyak harapan untuk bisa bersamanya meskipun itu tak mungkin.
Marilah kita kejar mimpi. Bukan orang di masa lalu yang selalu menjadi bayang semu. Bukan orang yang selalu membalas pertanyaan kita dengan kaku. Bukan orang yang lucu namun juga membuat hati kita sendu. Bukan orang yang selalu kita impikan namun dalam kenyataan jauh darijangkauan. Bukan berarti menyerah namun memang terkadang harus direlakan untuk kebaikan bersama. Untukmu dengan siapapun kau akan bersanding kelak, I wish you a very very happy life!
Mari lupakan sejenak tentang cinta. Apabila pernah membaca postingan saya sebelumnya, 2014 merupakan tahun ke delapan saya mengejar dia. Dia yang menjadi orang tersering yang menerima kabar dari saya meskipun tak bertanya. Dia yang selalu ada dalam sewindu terakhir, dengan segala keambiguan dan ketidak pastian yang kami alami. Hanya ingin tetap berada pada jalan saya untuk bisa meraih cita tanpa harus risau telah meninggalkannya. Karena bagaimanapun mimpi kami berbeda. Dan dia pasti punya seribu cara untuk mencapai impiannya. Dengan alasan apapun, tak pernah terbersit untuk memustuskan hubungan silaturahmi dengan dia. Tapi dengan jalinan yang ada justru menumbuhkan banyak harapan untuk bisa bersamanya meskipun itu tak mungkin.
Marilah kita kejar mimpi. Bukan orang di masa lalu yang selalu menjadi bayang semu. Bukan orang yang selalu membalas pertanyaan kita dengan kaku. Bukan orang yang lucu namun juga membuat hati kita sendu. Bukan orang yang selalu kita impikan namun dalam kenyataan jauh darijangkauan. Bukan berarti menyerah namun memang terkadang harus direlakan untuk kebaikan bersama. Untukmu dengan siapapun kau akan bersanding kelak, I wish you a very very happy life!
Kamis, 16 Januari 2014
Doa Untuk Skripsi
Bismillah...
17 januari 2014 pukul 13.00 semoga semesta berkonspirasi demi kelancaran sidang skripsi ini...
Doaku tidak muluk-muluk, karena nilai A di HI UA hanya bagi mereka mahasiswa-mahasiswa setengah dewa dan setengah nabi.
AB bagi mereka yang telah berusaha sekuat tenaga, berdoa tanpa cela, beimbingan dengan setia, jawaban yang masuk akal dan mudah dicerna, serta alasan-alasan keilmuan lain yang memang begitu baku adanya.
B bagi mereka yang benar, sedikit istimewa, runtut jalan pikirannya dan berwibawa dalam bertutur kata.
BC bagi yang telah berusaha, namun agak keliru di salah satu bagian skripsinya dan ke apesan untuk terus mengelus dada.
C untuk mereka yang gugur dalam pemikiran, RM tidak jelas dan kecenderungan atas unsur paksaan dosen pembimbing untuk meng-ACC skripsinya
D untuk mahasiswa yang sungguh istimewa dan selalu diingat keberadaannya.
E bagi mereka yang tidak selesai skripsinya.
Aku, hanya ingin mendapatkan nilai yang seperti mahasiswa lain yang biasa namun telah berusaha dalam pengerjaan skripsinya. Tidak ingin terlalu berharap atas apa yang telah diserahkan, namun jangan sampai menjadi nilai yang sangat sulit dicerna oleh hati nurani dan akal sehat. Hanya ingin dilapangkan dada apapun hasilnya, karena segalanya membutuhkan proses, bukan hasilnya.
Semoga dilapangkan dada ini dan Ya Alloh Gusti Pengeran berikanlah kekuatan untuk menghadapi ujian ini.Untuk jantung yang tak berhenti berdetak cepat, untuk nurani yang ingin segera pergi dari keadaan ini, untuk otak di kepala yang selalu berusaha keras menemukan jawaban yang nalar, untuk bibir yang tak letih berdoa memohon hasil terbaik dari sang Ilahi. Wish Me Luck.
Bismillah
(Harapan itu masih dan pasti ada)
17 januari 2014 pukul 13.00 semoga semesta berkonspirasi demi kelancaran sidang skripsi ini...
Doaku tidak muluk-muluk, karena nilai A di HI UA hanya bagi mereka mahasiswa-mahasiswa setengah dewa dan setengah nabi.
AB bagi mereka yang telah berusaha sekuat tenaga, berdoa tanpa cela, beimbingan dengan setia, jawaban yang masuk akal dan mudah dicerna, serta alasan-alasan keilmuan lain yang memang begitu baku adanya.
B bagi mereka yang benar, sedikit istimewa, runtut jalan pikirannya dan berwibawa dalam bertutur kata.
BC bagi yang telah berusaha, namun agak keliru di salah satu bagian skripsinya dan ke apesan untuk terus mengelus dada.
C untuk mereka yang gugur dalam pemikiran, RM tidak jelas dan kecenderungan atas unsur paksaan dosen pembimbing untuk meng-ACC skripsinya
D untuk mahasiswa yang sungguh istimewa dan selalu diingat keberadaannya.
E bagi mereka yang tidak selesai skripsinya.
Aku, hanya ingin mendapatkan nilai yang seperti mahasiswa lain yang biasa namun telah berusaha dalam pengerjaan skripsinya. Tidak ingin terlalu berharap atas apa yang telah diserahkan, namun jangan sampai menjadi nilai yang sangat sulit dicerna oleh hati nurani dan akal sehat. Hanya ingin dilapangkan dada apapun hasilnya, karena segalanya membutuhkan proses, bukan hasilnya.
Semoga dilapangkan dada ini dan Ya Alloh Gusti Pengeran berikanlah kekuatan untuk menghadapi ujian ini.Untuk jantung yang tak berhenti berdetak cepat, untuk nurani yang ingin segera pergi dari keadaan ini, untuk otak di kepala yang selalu berusaha keras menemukan jawaban yang nalar, untuk bibir yang tak letih berdoa memohon hasil terbaik dari sang Ilahi. Wish Me Luck.
Bismillah
(Harapan itu masih dan pasti ada)
Gratitude and Salute to 2009
Percayalah bahwa tulisan ini hadir untuk menghargai kalian yang telah rela menjadi ojek disaat jalanan jojoran dan sekitarnya becek. Menjadi teman bercanda yang bisa saling melepas tawa, menjadi tempat merenung dalam suasana hati yang bingung. Menjadi teman untuk segala sesuatunya baik itu yang menyenangkan maupun menyesakkan. Untuk semuanya yang telah ada dalam empat tahun empat bulan dua puluh sembilan hariku mengisi hari di Hubungan Internasional Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik. Untuk menjaga intensitas dan keadilan akan peran kalian mungkin aku lebih bijak bila memuat lingkaran prioritas layaknya lingkaran politik luar negeri Indonesia. Antara lingkaran yang satu dengan yang lainnya memiliki nilai urgensi masing-masing yang layak untuk didahulukan keterdekatannya. (Siap-siap membaca nama kalian).
Pertama tentu aku sangat berterima kasih kepada anak kosan. Sebagai salah satu teman terdekat baik dalam ukuran jarak kosan dan jarak ketergantungan untuk menitip beli makan. Faris, Tito, Alvin Kates, Rizal sebagai anak kosan tersisa. Serta Salman, Faisal, Yusa, Hafiz yang telah terlebih dahulu pindah. Terimakasih kepada kalian semua yang telah rela menjadi tukag ojek selama ini ketika kaki terasa manja untuk pergi kuliah atau untuk sekedar makan di warung-warung favorit kita. Selain karena hal-hal urgent dan bersifat mencari "parasitisme" itu, tentu ada hal-hal lain dalam urusan pertalian pertemanan. Faris Hidayat yang menjadi teman pulang ke gresik, teman ngobrol tentang masa depan, teman yang memberikan nasehat positif yang walaupun sederhana namun memang itu yang seharusnya ada pada realita dunia nyata. Salman Fauzi, dengan segala kerendahan hati dan sosok pria yang bertanggung jawab yang mampu menjadi benteng terkuat dalam urusan angkatan, asmara, dan amarah.Fatrachul Yusa yang eksentrik namun di sisi lain memiliki intrik yang cerdik yang selalu menjadi teman diskusi yang asik. Rizal Baktiar, teman kantor, teman ke Pare, teman mencari makan yang selalu ada ketika aku membutuhkan. Selalu lapang dada dengan sifat polos dan periang. Kalian merupakan teman, sahabat, dan keluarga terdekat yang bisa ku jamah disaat-saat genting. Untuk segala tebengan, traktiran, candaan, omongan, kalian sangat luar biasaaaaaaaa!
Kedua kepada geng hedon yang selalu menjadi tempat berkeluh kesah dan juga partner dalam hura-hura. Malinda, Vava, Handy, Affan. Malinda Budi sang wanita idaman segala macam pria. Sosok yang selalu ku jadikan panutan dalam kesabaran, kesupelan, kegigihan dalam setiap meraih keinginan. Selalu ada untuk mendengar segala cacatan. Vava Clarissa sang gadis periang dan teman heboh untuk segala macam penampilan. Tekun, ulet, pantang menyerah di arena deteksi Jawa Pos. Namun tetap periang dalam setiap kesempatan. Aku, Malinda, Vava kita merupakan cewek-cewek kuat! Handy dan Affan. Dua Cak Surabaya yang menjadi teman hedon dan menjelajahi gemerlapnya kota Surabaya (bersama dua gadis sebelumnya pula). Terimakasih untuk segala traktirannya. Karaoke, nobar, nengkri, nyacat, ndudung, sop ceker, dan hampir setiap cafe gaul yang pernah kita jelajahi bersama. Namun dibalik itu semua kita tetap menjadi friends with benefit, walau entah kalian menganggap aku benefit dari sebelah mana. Tapi intensitas pertmuan kita yang hampir setiap hari, cerita yang bukan menjadi rahasia pribadi, serta keinginan untuk berkarir di Ibukota negeri ini membuat kita selalu terasa ada satu sama lain dan kalian menjadi salah satu alasan bahwa kau tak akan pernah menyesal pernah kuliah di HI. Kalian sosok-sosok kece dan OKE yang membuktikan bahwa pertemanan tidak memandang kelas sosial, namun pertemanan kita ada karena ketulusan menjalin persahabatan antara kita satu sama lain. Tidak untuk mencari kejelekan atau kelemahan masing-masing namun justru mensupport jalan dan karir msing-masing. Bukan untuk sekedar mencari tebengan dan gratisan namun untuk membagi kebahagiaan dan karunia Tuhan. So, Let's make it happens --> Senayan 1 Oktober 2014.
Berikutnya untuk segenap geng hore dan memble yang ada. Mami Sheila, Citra, Anita, Citra, Tya', Lil, Meutia, Rena, Deka, Teh Sari, Ichak, Erryn, Prima, Dindo, Ayak. Terimakasih kalian telah menjadi salah satu bagian perjalanan melintasi rintangan dan hambatan di HI dengan segenap gossip, teriakan, candaan, dan kesetiaan kalian. Eksistensi kalian tidak perlu diragukan lagi. Mami aku akan selalu menghormatimu. Citra Adelia sang top model dan aktris antagonis terbaik sepanjang abad. Anita Kurnia yang pintar, cerdas, dan tidak sombong. Tyak Paramitha teman dalam sharing kehebohan dan berbagi info seputar konser apalagi kita d'essentials. Lilik Nur Cholidah teman yang periang, ramah, baik hati, dan suka berbagi. Meutia Shabrina sang atlit tenis nomer wahid se-Gresik dan sekitarnya. Rena Ardianti yang walau renta namun tetap bersahaja dan tabah. Siti Ardila Deka, teman curhat terbaik dan termanis, teman karaoke dan hedon yang tiada tara. Teh Sari Aulia yang cantik baik, rajin menabung dan langsing, Erryn Paramitha yang rempong namun tetap kece. Arissa Ichak yang tidak perlu dideskripsikan (daripada pembaca menyesal). Prima Aji NOva sang artis yang membahana membelah khatulistiwa dan Kolaka. Dindo Permata yang baik rajin dan teun beribadah. Ayya Nufus yang tinggi cantik langsing sang calon pramugari. Arini yang baik dan sudah siap jadi ibu. Rizka Rozaline yang kece dan layak disebut Rianti. Winda Rafikalia yang tetap awet bersama pacarnya. Bukan berarti geng lain tidak berarti, tentu kalian tetap di hati. Adhi Paidi sang Bapak Komting yag royal, baik, suka ngawur. Ravi sang Pakistan yang pintar seperti google berjalan.
Ratna, Anjar, Dinar Prisca sang tiga sekawan yang sulit untuk mebedakan antara satu dan yang lainnya. Unyil Sulih Dian, Trully, Ocik, Tsabita, Anggia, Bella, Moze, Dinar Okti, Maygy, Fanny Angelia, Sophi, Pika, Dhana yang tiada duanya, Maleona, Felli, Ensi, Mitha, Dindya. Arif dan Dias yang menguassyai dan kalian mempunyai bahasa kalian sendiri. Arek Bolshevik Taka, Indra, Arya, Dhwani Dokter meski diawal begitu, namun pada prosesnya kita tetap 2009 jua. Hendri, Pakdhe, Kurniawan, Ferry, Mandra, Rere, Okky Gilang, Putra meskipun kita tidak hari dalam seminggu bertemu namun kita tetap padu. Dan tentu untuk Sinta yang senyum tulusnya tiada duanya. Serta doa yang terbaik bagi kalian yang mencoba peruntungan di jalan masing-masing Matius, Ni Made, Dodon, Abduh, Natya, Septino, Ari Wok.
TERIMAKASIH dari hati yang terdalam untuk kalian para teman, sahabat, saudara. Mungkin sudah ada yang lulus dan ada yang belum. Ada yang sudah menikah dan ada yang masih setia sendiri. Pun kita akan berkarir di jalan yang berbeda namun semoga kita tetap terikat dengan almamater tercinta serta tetap membagakan HI UA. Aku tidak pernah menyesal untuk memilih dan masuk di Jurusan ini. Sungguh membanggakan dan melegakan menjadi bagian dari kalian. Mungkin kita pernah berselisih paham tentang apapun, namun semoga kita dikuatkan dan menjadi lebih dewasa serta menjadi bijak dalam setiap pergolakan masalah yang ada. Untuk setiap memori dan pelajaran yang ada, dari hati ini yang terdalam aku berdoa semoga kita sukses untuk mewujudkan setiap impian dan harapan yang kita idam-idamkan. Maaf aku kurang berkontribusi lebih dalam angkatan ini. See You on TOP guys!
(Tulisan ini hadir untuk mengakomodir terbatasnya halaman dan jumlah kata pengantar pada Skripsi)
Salim Sungkem
--Angga-- 070912002
Pertama tentu aku sangat berterima kasih kepada anak kosan. Sebagai salah satu teman terdekat baik dalam ukuran jarak kosan dan jarak ketergantungan untuk menitip beli makan. Faris, Tito, Alvin Kates, Rizal sebagai anak kosan tersisa. Serta Salman, Faisal, Yusa, Hafiz yang telah terlebih dahulu pindah. Terimakasih kepada kalian semua yang telah rela menjadi tukag ojek selama ini ketika kaki terasa manja untuk pergi kuliah atau untuk sekedar makan di warung-warung favorit kita. Selain karena hal-hal urgent dan bersifat mencari "parasitisme" itu, tentu ada hal-hal lain dalam urusan pertalian pertemanan. Faris Hidayat yang menjadi teman pulang ke gresik, teman ngobrol tentang masa depan, teman yang memberikan nasehat positif yang walaupun sederhana namun memang itu yang seharusnya ada pada realita dunia nyata. Salman Fauzi, dengan segala kerendahan hati dan sosok pria yang bertanggung jawab yang mampu menjadi benteng terkuat dalam urusan angkatan, asmara, dan amarah.Fatrachul Yusa yang eksentrik namun di sisi lain memiliki intrik yang cerdik yang selalu menjadi teman diskusi yang asik. Rizal Baktiar, teman kantor, teman ke Pare, teman mencari makan yang selalu ada ketika aku membutuhkan. Selalu lapang dada dengan sifat polos dan periang. Kalian merupakan teman, sahabat, dan keluarga terdekat yang bisa ku jamah disaat-saat genting. Untuk segala tebengan, traktiran, candaan, omongan, kalian sangat luar biasaaaaaaaa!
Kedua kepada geng hedon yang selalu menjadi tempat berkeluh kesah dan juga partner dalam hura-hura. Malinda, Vava, Handy, Affan. Malinda Budi sang wanita idaman segala macam pria. Sosok yang selalu ku jadikan panutan dalam kesabaran, kesupelan, kegigihan dalam setiap meraih keinginan. Selalu ada untuk mendengar segala cacatan. Vava Clarissa sang gadis periang dan teman heboh untuk segala macam penampilan. Tekun, ulet, pantang menyerah di arena deteksi Jawa Pos. Namun tetap periang dalam setiap kesempatan. Aku, Malinda, Vava kita merupakan cewek-cewek kuat! Handy dan Affan. Dua Cak Surabaya yang menjadi teman hedon dan menjelajahi gemerlapnya kota Surabaya (bersama dua gadis sebelumnya pula). Terimakasih untuk segala traktirannya. Karaoke, nobar, nengkri, nyacat, ndudung, sop ceker, dan hampir setiap cafe gaul yang pernah kita jelajahi bersama. Namun dibalik itu semua kita tetap menjadi friends with benefit, walau entah kalian menganggap aku benefit dari sebelah mana. Tapi intensitas pertmuan kita yang hampir setiap hari, cerita yang bukan menjadi rahasia pribadi, serta keinginan untuk berkarir di Ibukota negeri ini membuat kita selalu terasa ada satu sama lain dan kalian menjadi salah satu alasan bahwa kau tak akan pernah menyesal pernah kuliah di HI. Kalian sosok-sosok kece dan OKE yang membuktikan bahwa pertemanan tidak memandang kelas sosial, namun pertemanan kita ada karena ketulusan menjalin persahabatan antara kita satu sama lain. Tidak untuk mencari kejelekan atau kelemahan masing-masing namun justru mensupport jalan dan karir msing-masing. Bukan untuk sekedar mencari tebengan dan gratisan namun untuk membagi kebahagiaan dan karunia Tuhan. So, Let's make it happens --> Senayan 1 Oktober 2014.
Berikutnya untuk segenap geng hore dan memble yang ada. Mami Sheila, Citra, Anita, Citra, Tya', Lil, Meutia, Rena, Deka, Teh Sari, Ichak, Erryn, Prima, Dindo, Ayak. Terimakasih kalian telah menjadi salah satu bagian perjalanan melintasi rintangan dan hambatan di HI dengan segenap gossip, teriakan, candaan, dan kesetiaan kalian. Eksistensi kalian tidak perlu diragukan lagi. Mami aku akan selalu menghormatimu. Citra Adelia sang top model dan aktris antagonis terbaik sepanjang abad. Anita Kurnia yang pintar, cerdas, dan tidak sombong. Tyak Paramitha teman dalam sharing kehebohan dan berbagi info seputar konser apalagi kita d'essentials. Lilik Nur Cholidah teman yang periang, ramah, baik hati, dan suka berbagi. Meutia Shabrina sang atlit tenis nomer wahid se-Gresik dan sekitarnya. Rena Ardianti yang walau renta namun tetap bersahaja dan tabah. Siti Ardila Deka, teman curhat terbaik dan termanis, teman karaoke dan hedon yang tiada tara. Teh Sari Aulia yang cantik baik, rajin menabung dan langsing, Erryn Paramitha yang rempong namun tetap kece. Arissa Ichak yang tidak perlu dideskripsikan (daripada pembaca menyesal). Prima Aji NOva sang artis yang membahana membelah khatulistiwa dan Kolaka. Dindo Permata yang baik rajin dan teun beribadah. Ayya Nufus yang tinggi cantik langsing sang calon pramugari. Arini yang baik dan sudah siap jadi ibu. Rizka Rozaline yang kece dan layak disebut Rianti. Winda Rafikalia yang tetap awet bersama pacarnya. Bukan berarti geng lain tidak berarti, tentu kalian tetap di hati. Adhi Paidi sang Bapak Komting yag royal, baik, suka ngawur. Ravi sang Pakistan yang pintar seperti google berjalan.
Ratna, Anjar, Dinar Prisca sang tiga sekawan yang sulit untuk mebedakan antara satu dan yang lainnya. Unyil Sulih Dian, Trully, Ocik, Tsabita, Anggia, Bella, Moze, Dinar Okti, Maygy, Fanny Angelia, Sophi, Pika, Dhana yang tiada duanya, Maleona, Felli, Ensi, Mitha, Dindya. Arif dan Dias yang menguassyai dan kalian mempunyai bahasa kalian sendiri. Arek Bolshevik Taka, Indra, Arya, Dhwani Dokter meski diawal begitu, namun pada prosesnya kita tetap 2009 jua. Hendri, Pakdhe, Kurniawan, Ferry, Mandra, Rere, Okky Gilang, Putra meskipun kita tidak hari dalam seminggu bertemu namun kita tetap padu. Dan tentu untuk Sinta yang senyum tulusnya tiada duanya. Serta doa yang terbaik bagi kalian yang mencoba peruntungan di jalan masing-masing Matius, Ni Made, Dodon, Abduh, Natya, Septino, Ari Wok.
TERIMAKASIH dari hati yang terdalam untuk kalian para teman, sahabat, saudara. Mungkin sudah ada yang lulus dan ada yang belum. Ada yang sudah menikah dan ada yang masih setia sendiri. Pun kita akan berkarir di jalan yang berbeda namun semoga kita tetap terikat dengan almamater tercinta serta tetap membagakan HI UA. Aku tidak pernah menyesal untuk memilih dan masuk di Jurusan ini. Sungguh membanggakan dan melegakan menjadi bagian dari kalian. Mungkin kita pernah berselisih paham tentang apapun, namun semoga kita dikuatkan dan menjadi lebih dewasa serta menjadi bijak dalam setiap pergolakan masalah yang ada. Untuk setiap memori dan pelajaran yang ada, dari hati ini yang terdalam aku berdoa semoga kita sukses untuk mewujudkan setiap impian dan harapan yang kita idam-idamkan. Maaf aku kurang berkontribusi lebih dalam angkatan ini. See You on TOP guys!
(Tulisan ini hadir untuk mengakomodir terbatasnya halaman dan jumlah kata pengantar pada Skripsi)
Salim Sungkem
--Angga-- 070912002
Rabu, 01 Januari 2014
2014 have to...
- Graduate
- New Job, new place, new experiences, new partner and friends
- Move On
- Give more, expect less
- Smile more, frown less
- visiting 5 new places (Where I'm never been there before)
2013 was so wonderful, please please please make 2014 more fabulous cause this is the new milestone of my life. live it, love it, lust this!
- New Job, new place, new experiences, new partner and friends
- Move On
- Give more, expect less
- Smile more, frown less
- visiting 5 new places (Where I'm never been there before)
2013 was so wonderful, please please please make 2014 more fabulous cause this is the new milestone of my life. live it, love it, lust this!
Langganan:
Postingan (Atom)