Jumat, 18 Januari 2013

Shut Em Up - Agnes Monica

Shut shut em up shut shut shut em up (2x)
Shake the club up shut shut shut shut em up
Shut shut em up shut shut shut em up (3x)
Shake the club up shut shut shut shut em up

They hate the way I put it down
All the ladies tryna jock my style
Got em screamin turn the speakers out loud

Shake the club up, shake the club, now shut em up
Shut shut em up shut shut shut em up (3x)
Shake the club up shut shut shut shut em up

If u got swag turn it up on high
Whip yo head if ya know ya fly

Imma tear the club up tonight
And imma shut em up, and imma shut em up
Got ‘em scared cuz I’m dangerous
They want my shine, but the get no love
And I don’t care cuz they all jealous
And imma shut em up, and imma shut em up

They hate the way I put it down
All the ladies tryna jock my style
Got em screamin turn the speakers out loud

Shake the club up shut shut shut shut em up
Shut shut em up shut shut shut em up (3x)
Shake the club up shut shut shut shut em up

Haters get mad so they talk that noise
But I’m a diva so I keep my poise
Go ahead u can use ur voice
But imma shut em up, oh imma shut em up
Why u Talking that BLA BLA BLA
U can shut it up, u can shut it up

They hate the way I put it down
All the ladies tryna jock my style
Got em screamin turn the speakers out loud

Shake the club up shut shut shut shut em up
Shut shut em up shut shut shut em up (3x)
Shake the club up shut shut shut shut em up

They hate the way I put it down
All the ladies tryna jock my style
Got em screamin turn the speakers out loud

Shake the club up shut shut shut shut em up
Shut shut em up shut shut shut em up (3x)
Shake the club up shut shut shut shut em up

Kamis, 17 Januari 2013

Selembut dan Setulus Senyum Sinta




Tulisan ini ada untuk mengapresiasi dan menghargai sekaligus bentuk rasa syukur penulis dapat mengenal sesosok teman, sahabat, bahkan panutan seperti seorang Desak Putu Sinta Suryani. Pengalaman yang luar biasa dan berharga tentunya memiliki teman seperti Sinta. Gadis berdarah Bali, yang lahir di Medan namun sekolah di Surabaya. Seorang panutan dalam hal kesabaran, ketulusan, dan tentunya bagaimana memberikan senyuman terbaik. NIM kami mungkin berurutan, aku 07xxx2002 dan Sinta 07xxx2003. Namun aku sangat sangat tertinggal jauh olehnya dari segi apapun itu. Sedikit cerita saja tentang perjalanan tujuh semester ini yang sangat berkesan dan melelahkan namun Sintalah yang terlebih dahulu dapat menuntaskan dan menggapai harapannya.

Semester Satu

Seperti yang telah kusebutkan diawal bahwa absen kami berurutan. Sehingga berdampak pada aktivitas pengelompokan kami saat Ospek selalu berjalan beriringan. 18 Agustus 2009 setelah pengukuhan kami semua dikumpulkan sesuai dengan jurusan, singkat kata Sinta adalah salah seorang pertama yang ku kenal karena alasan kami bertempat yang sama untuk PPKMB. Hari pertama PPKMB aku masih ingat betul bagaimana dengan keramahannya Sinta menyapaku. Pita warna merah muda, senyum renyah dan wajah berserinya untuk pertama kalinya ku temui di pagi itu dan akan seterusnya pula menghiasi kehidupan kami seluruh umat 09 di keluarga HI. Kesempatan kedua ialah saat kami berada dalam satu kelompok Korea Utara di IR Fest 2009. Bukan pendiam, namun lebih pada sosok tenang yang ku kenang pada diri Sinta. Pada perjalanannya Sinta memang telah menunjukkan bagaimana keuletan, kerajinan, serta kepintarannya membuahkan hasil dirinya sebagai pemegang takhta IPK tertinggi diangkatan.

Semester Dua

Dibalik ketenangan dan kekalemannya terkadang Sinta menunjukkan sisi humorisnya sebagai alumni Model Red-A deteksi beberapa tahun silam. Dan aura Puteri Indonesia yang dipancarkan tak mudah untuk hilang :p. Di semester ini aku masih ingat bagaimana aku merepotkanmu untuk acara HILITE pidato Bahasa Jerman. Aku merasa bersalah sepeuhnya karena perjuangan mengendarai angkot hingga ke Goethe selama beberapa kali berujung nihil pada tidak jadinya kompetisi Pidato Bahasa Jerman pada ajang HILITE 2010. Berikutnya ialah di semester ini kami semua 2009 merasakan lelahnya menjadi kepanitiaan IRFEST 2010. Sinta sebagai Bendahara, dan aku termasuk timnya untuk mencari dana. Mulai dari sini aku semakin kagum dan ingin belajar bagaimana menjadi seorang yang sangat sabar dan tidak pernah marah. Bahkan aku tidak pernah mendengar ucapan nada tinggi darinya. Baru kali ini aku menemui sosok sesabar dan semurah hati seperti dirinya.

Semester Tiga

Acara IRFEST mengalami puncak kesibukannya. Mulai dari pencarian dana, pengumpulan botol aqua, penarikan uang kas secara paksa, bagaimana rempongnya permintaan maba, belum lagi segala macam jurnal yang sangat menenggalamkan akal sehat kita. Namun Sinta masih menjadi sosok yang tenang, tegar, bahkan di kondisi sekritis apapun itu namanya. Tak sekalipun kau mengeluh disaat suasana yang jenuh. Kau lah sosok yang paling penurut bagi para senior yang penuntut. Kau menjadi acuanku untuk dapat belajar sabar dan berpikiran tenang dalam menghadapi situasi apapun.

Semester Empat

Kami semua mengalami masa kejenuhan dengan segala macam tuntutan jurnal. Persiapan HI ANNIV 29. Dan kami tenggelam dengan masing-masing kesibukan. Namun Sinta justru tetap bersinar dan bahkan mendapatkan beasiswa SUSI untuk isu media dan berangkat ke Amerika Serikat. Hebat dan dahsyat.

Semester Lima

Masih dengan segala macam kesibukan jurnal. Persiapan HIANNIV 29 yang menyimpan banyak skandal. Dan banyak sekali kejadian di berbagai hal. Contoh yang menarik ialah bagaimana kami segenap HI 09 membuat sebuah forum diskusi dalam urusan perasaan dan isi hati. Terinspirasi dari mata kuliah Resolusi Konflik Global, forum ini kami sebut Reskoncin atau kepanjangannya… Sinta menjadi salah satu member dan panelis utama setiap forum ini dibuka. Bahkan hasilnya kami berhasil membawa forum ini ke dunia FB untuk kalangan 09 yang lebih luas. Dengan moto “What it’s said in this group, should still in this group”.

Semester Enam

Tidak terlalu banyak jurnal, namun kesibukan dan mata kuliah yang berbeda terkadang menjadikan kami 09 tidak selalu bersama. Kelas Proposal menjadi kelas terhoror karena dari sini akan ditentukan masa depan skripsi kami. Namun tetap saja Sinta tetap membahana dan selalu bisa disaat kami tidak bisa. Dengan segala keuletan dan kepintarannya Sintalah yang selalu kami gadang menjadi pengharum nama baik angkatan.

Semester Tujuh

Sebagian dari kami 09 menggadang-gadang untuk inilah semester terakhir kami. Semakin banyak dramatisir yang hadir saat penampilan angkatan. Atau semakin lebay setiap foto yang ditampilkan. Kami hanya ingin mengingat segala kisah kasih kami sebagai sempakers 09 untuk dapat menjadi Sebuah Kisah Klasik untuk Masa Depan. Hasilnya ialah, tersaringlah lima gadis terniat dan tergiat untuk mengerjakan Skripsi mereka sehingga dapat menempuh siding. Dan Sinta tentu saja menjadi salah satu diantaranya.

Sore ini 17 Januari 2013 Sinta di sidang oleh penguji Bu BW, Pak VD, dan Pak WP. Presentasi yang sangat detail, sangat dipersiapkan dan Tanya jawab yang lancar memperkuat dugaan kami bahwa Sinta lah yang dapat mengharumkan nama angkatan 09. Singkat kata Sinta memang mendapatkan nilai yang kami prediksikan. Sorak gembira dilanjutkan haru tangis mengiringi pembacaan nilai Skripsi Sinta. Perlu ditekankan bahwa di jurusan kami, hanya manusia-manusia setengah dewalah yang mampu mendapatkan nilai AB apalagi A. Sinta sekali lagi membuktikan bahwa dirinya memang layak untuk dijadikan panutan dan acuan bagi kami semua di 09. Bahkan kami merasa hina hanya membebankan nilai AB tersebut terhadap Sinta.

Sint, kamu pernah berkata padaku bahwa di Agamamu ada yang disebut dengan Karma. “Apa yang kita lakukan disaat yang lampau akan berpengaruh pada masa depan”. Nilaimu ini menurutku ialah wujud penghargaan dari Sang Maha Kuasa atas segala dedikasi dan usaha kerasmu selama ini Sint. Kau selalu memberikan senyuman khas mu yang tulus, lembut, dan menyejukkan hati bagi siapapun itu. Bahkan Ron Hatley (si Bule Australia) memberimu julukan “The Smiley Sinta”. Hal ini membuktikan bahwa segala kebaikan dan ketulusanmu di masa lau telah terbayar dengan nilai AB itu.

Sinta, terimakasih telah memberikan inspirasi, acuan, dan semangat bagiku dan segenap teman-teman 2009. Kau selalu hadir memberikan ketulusan, kelembutan, dan kesabaran disaat kami pekat oleh segala tuntutan jurnal ataupun desakan pihak eksternal. Sungguh selama 20 tahun, baru kali ini ku temui sesosok gadis yang teramat sabar seperti dirimu.
Sekali lagi selamat Sinta, semoga selalu sukses untuk karirmu di masa depan entah menjadi apapun itu. Aku percaya dengan segala integritas dan dedikasi yang kau miliki kau akan selalu diterima dan siap dimanapun kau berada. Akan ku ingat senyum tulus yang menentramkan hati darimu itu.

Rabu, 16 Januari 2013

ASDFGHJKL;

LALALA YEYEYEYE...

another random post from me :)
selamat untuk salah seorang temanku yang telah menjalankan sidang sebagai syarat untuk menjadi S, Hub. Int dgn nilai B! bagi kami bukan maslah nilai namun lebih pada kepuasan batin untuk dapat lulus dari belenggu ini. Semakin termotivasi untuk maju dan segera menyelesaikan skripsiku.

Semakin ketemu banyak orang itu semakin membuat kita berpikiran terbuka, menambah pengetahuan dan semakin menyadari bahwa ada langit diatas langit. Hmmm, kemarin setelah melihat beberapa jalannya sidang semakin menambah pengetahuan juga bagaiamana muai tentang teknik menulis, analisis, hingga tentang semantik. Penggunaan istilah juga penting ternyata. Hebat itu harusnya kuucapkan tiap ketemu orang baru dengan pengalaman mereka masing-masing. Jangan selalu menatap keatas juga sih, mendingan merunduk bagaikan padi yang berisi dan bergizi dan memiliki nilai jual yang tinggi.

Baiklah, semester depan skripsi harus jadi. Wisuda, and what's next? AYO AYO kita buat mapping life nya. so let's get more serious! Pertama yang harus dilakukan ialah tentukan jadwal, jadwal sidang, jadwal yudisium, dan jadwal wisuda :) dan kemudian buat skala prioritas setelah keluar dari "belenggu" ini

April: Sidang skripsi
Mei: Ch***a
Juni: Yudisium
Juli: Wisuda

Then, semoga list berikut ini mempermudah tentang arti penting sebuah pencapaian dan prestasi
1. BI
2. Dosen/ akademisi
    a. beasiswa CCU
    b. Chula
3. Deplu
4. TV (trans, metro, kompas)

Wish nothing but the best :) *crossfinger!

Senin, 14 Januari 2013

CongratulASHion :)

Kalo temen seneng kita juga ikut seneng. Kalo temen sedih, kita berusaha buat menghibur dia. Dan untuk kali ini temenku seneng (harusnya). Yap, selamat ya berooh, akhirnya keinginanmu buat jadi wartawan yang dari dulu kami pengeni kecapai juga. Penulis sih lebih tepatnya, tapi apapun itu seenggaknya udah jadi bukti nyata bahwa kamu telah sukses dan berhasil dengan dunia perkuli tintaan. Hampir dua tahun kamu berkantor di negeri bulpen dan aku akhirnya baca tulisanmu di Koran tsb. Segala dedikasi, perjuangan, pengorbananmu gak sia-sia juga kan? Gak masalah deh meski kuliah keteteran. Bangga juga punya temen yang tulisannya ada di koran.

Satu lagi pembuktian, bahwa dedikasi, pengorbanan, dan perjuangan akan menghasilkan hasil yang memuaskan. Kamu yang memang dari dulu bercita-cita bergelut dengan dunia jurnalisme seperti Ibumu dulu sungguh telah tercapai keinginanmu. Kamu yang kuliahnya jarang-jarang dapat menerbitkan tulisan yang bisa dikatakan garang. Semoga kedepannya semakin lancar segalanya baik urusan karir dan jodohmu. Dan semoga kamu cepat lulus.

Selamat beroh, congratulASHion :)

Sabtu, 12 Januari 2013

Sugarpova; Tasty Candy Sweety 4 your Saliva From Maria Sharapova

Maria Sharapova, the beautiful, charming, strongth tennis player and number one iconic fashion sport star came strong with her another preciouse product "Sugarpova". It's quit interesting because very view sportman/woman who produce another product that not very close to related with their profession. From this candy, Sharapova may share her warm, adorable, and smooth embrace for the others. The 4 grandslam winner actually always being an icon for the fashion of tennis. But with this candy, it is represented how this young woman become more productive. 

According to a Bloomberg report, Sharapova is set to more than double her initial investment in the candy company in just the first year as projections skyrocket for the gummy candy introduced in the United States in August.
Sharapova put up $500,000 for the candy company, chump change for an athlete as marketable as the 2012 French Open champion, but the 25-year-old gets somewhere around $1.10 per bag sold of the $5.99 bag of gummy candy and people seem to be interested.
We don’t really have a big budget at all for marketing and advertisement,” Sharapova said. “So it’s pretty incredible that the awareness that it has so far is where it is."
How is it taking off? I hope you're sitting down, but social media has been a huge help.
If it was me, and I made $1.10 off every bag of this candy sold, I'd be sitting in candy shops wherever I went pushing this stuff like a guy with watches inside his jacket.

Hopefully, this candy can be sparkling as Sharapova success of winning all 4 grandslam titles. Unfortunately this candy doesn't sell in Indonesia. So, Sharapova, would you come in Indonesia with a bag of this candy for me? :p *crossfinger

 

Jumat, 11 Januari 2013

Failed in 3.5

Sedih, nyesek, sesal, hancur lebur. Ketika semua keinginan dan cita-cita yang tersusun namun tidak bisa terwujud juga. Hanya bisa menundukkan kepala dengan lesu. Tak bisa banyak berucap, hanya gerutu dan mata sayu yang menjadi pelarianku. Semangat itu entah kemana berada, entah diambang laut sebelah mana diletakkan segala ambisi, keyakinan dan tendensi untuk melakukannya. Gagal TOTAL. Lulus 3,5 pun pupus, IPK 3,5 lenyap! Hari ini sungguh sempurna bagaimana dunia mentertawakanku dengan segala kekuranganku. Apa yang harus ku persembahkan pada Ayah dan Ibuku? Bagaimana dengan segala mimpi dan ambisiku? Aku tahu semua tergantung padaku!


Bagaimana bisa penyelesaian skripsi yang ada di depan mata lenyap musnah oleh ancaman nilai D yang serta merta meluluh lantakkan segala jerih payah tentang initial research, LBM, teori, konsep yang seharusnya mampu mengantarkan aku memakai Jas wisuda di bulan tiga tahun ini. Sekuat itukah perkataan seorang yang memang lebih di segala hal dariku? Skripsi, aku telah mengkhianitimu dengan segala kebodohanku. Aku sangat malu untuk dapat merayumu kembali menjadi tumpuan masa depanku. Aku terlalu gengsi sehingga tak pernah sekalipun kau ku revisi. Tiga tahun disini ternyata ilmu yang ku terima belum cukup untuk mempersembahkan magnum opus sejati.

Pencapaian cumlaude yang "hanya" terpaut nol koma nol sekian juga sangat sulit diraih! enam semester dijalani, meski tiga kali IP cumlaude tak mencukupi untuk mengantarkan rata-rata sebagai mahasiswa yang diatas rata-rata. Cumlaude bukan hanya prestige, tapi juga merupakan tanggung jawab dan bukti bahwa aku serius kuliah disini. Nilai menjadi sungguh berarti disini, meskipun dibalik semua ini ada soft skill dan pengalaman yang patut pula diuji. Segala kerja keras untuk begadang, menghemat uang makan untuk fotocopy-an... berasa sia-sia karena tak sesuai harapan. Sebodoh inikah diriku sehingga apa yang ku capai tak setinggi pohon yang daunnya melambai. 

Hanya lewat tulisan ini, semoga aku lebih mengerti bahwa di dunia ini kehidupan tidak selalu indah seperti di dunia Disney. Mimpi bukanlah untuk orang-orang yang takut mati. Tapi karena mimpi, orang juga bisa terlena untuk kemudian mati dengan tak berbangga diri.

3,5 aku gagal di angka ini. 3,5 sekarang yang hanya tersisa ialah ratapan dan kesenduan hati.
Selamat tinggal 3,5... selamat kepadamu Njing!

Keikhlasan, tidak sekedar Kerelaan apalagi Kepasrahan

Susah untuk ikhlas. Satu hal yang aku tahu bahwa kita pasti ikhlas ialah saat kita kentut. Melepaskannya begitu saja tanpa ada penyesalan bahwa telah melepaskan gas buang tersebut. Sungguh aku pun masih sangat belajar dan berusaha untuk ikhlas. Karena keikhlasan tidak mungkin terucap oleh kata, ataupun terbayangkan di angan. Hati yang akan merasa keikhlasan bukan tutur kata baik itu secara halus. Setidaknya aku merasa bahwa jikalau ikhlas ialah sesuatu hal yang sangat sulit namun ada beberapa tahapan untuk berada disana. Yakni Pasrah dan Rela.

Pasrah dengan menerima keadaan menurutku mampu dijadikan pijakan paing awal untuk menerima keikhlasan. Karena pasrah bukan berarti menyerah. Pasrah karena ada sesuatu yang lebih besar dari kekuatan diri kita sendiri untuk bisa bertahan. Pasrah berarti tidak berontak. Namun dibalik kepasrahan tersebut terdapat nilai setitik harapan. Kalau kata orang Jawa "nerimo ing pandum" berarti dalam kepasrahan ini masih tersimpan rasa ketersyukuran kita karena sebuah anugerah. Dan pasrah pasti akan kita lakukan kalau jalan terang menuju pintu keluar labirin tidak kita temukan. Atau kalau nilai dosen yang sangat pelit sehingga mustahil mendapat nilai A.

Tingkat kedua ialah Rela. Rela bisa jadi trap dibawah keikhlasan. Rela berarti membiarkan perasaan, benda, atau sesuatu yang kita miliki menjadi tidak kita miliki. Rela berarti menerima segala keputusan meskipun itu berat untuk kita. Rela karena kita merasa dapat membahagiakan orang lain tanpa harus kita yang ada didekatnya. Rela karena segala sesuatu yang terjadi di dunia ini ada sebab dan akibat. Ada karma dibalik setiap perbuatan. Yin dan Yang, menjadikan keadaan rela kita bisa dibalas dengan sesuatu yang memang bisa sebanding dengan pengorbanan hati dan perasaan yang telah jalankan.

Pelajaran hidup yang lain yang dapat ku petik hari ini ialah, bahwa rela ikhlas atau bahkan pasrah akan selalu kita lakukan dalam berbagai kesempatan. Untuk masalah hati, relakan saja seseorang tersebut dengan orang yang memang bisa membahagiakan dia. Sekali lagi bahwa cinta tak harus memiliki itu apakah benar?? Ku ralakan dirimu dengan dirinya, banyak lagu dengan alunan dan plot yang menyatakan kerelaan atau keikhlasan tersebut. Berarti banyak pula yang seharusnya mampu dan telah melewati masa kerelaan tersebut. Tapi pasti, orang-orang yang tidak rela akan berjumlah lebih banyak lagi. Someone Like You merupakan contoh lagu yang menggambarkan kerelaan kita untuk melepaskan orang lain. Alasan demi melihat dia bahagia ialah klise, namun alasan untuk menjadikan diri dan hati ini lebih dewasa, tenang, dan matang seharusnya mampu dipahami. Percayalah bahwa melepaskan sesuatu yang sangat berharga itu sangat berat, namun menyimpan hal berharga tersebut juga menimbulkan perasaan dan pikiran yang membuat kita sendiri akan semakin berat untuk kehilangannya.
"Karena Hati tak pernah memilih, tetapi hati itu dipilih."...
Maka jangan biarkan aku jatuh cinta padamu sekaligus, tapi biarkan cinta ini tumbuh layaknya perahu yang terbawa oleh arus.